I feel speechless..... Ketika saya baca semua hal yang menyudutkan dirinya masalah pernikahan. Saya sedih.... saya terpuruk.... tapi saya berjuang.... dengan segala hal-hal yang turut memperburuk situasi, saya tetap bertahan. Hanya berharap bantuan dari Yang Maha Kuasa yang memiliki hak atas hidup saya. Tapi bila keterpurukan ini dan kepedihan ini merupakan sebuah proses untuk meraih ridho Mu maka..... saya ikhlas ya Allah. Bila dia tak sanggup untuk menungguku maka hanya Kau yang Maha Mengetahui isi hati kami karena sesungguhnya Kau telah mengetahui janjiku padaMu.
Mungkin ini hanya sebuah fase menyebalkan sebelum datang bulan, tapi rasanya hormon saya benar2 memperburuk situasi. Beberapa hari belakangan ini saya kembali merutuki masa lalu saya dan kehilangan sedikit kepasrahan saya dengan mengeluarkan pertanyaan2 "mengapa saya tidak diijinkan menikah dengannya?", "mengapa banyak pihak yang selalu berusaha ikut campur masalah kami?" dan mengapa2 yang lainnya. Walaupun akhirnya saya sampai di suatu titik bahwa tampaknya Allah memang belum memberikan ridho nya untuk kami menikah. Kami memang hanya manusia biasa yang kadang merasa terburu2 dan tidak sabar. Padahal menurut Allah mungkin saya belum siap untuk menikahi seorang Giri, perlu sedikit banyak latihan lagi terutama latihan mengontrol emosi saya. Saya memohon dengan sangat kepada Allah untuk mempersiapkan kami berdua agar kelak pernikahan di antara kami akan membawa berkah, menjadikan pernikahan tersebut sakinah, mawadah, warrahmah dan memiliki keturunan yang baik, sempurna (tidak cacat fisik dan mental) dan shaleh. Amiin.
Insya Allah saya akan sabar menunggu saat itu datang tetapi saya sangat berharap bahwa hal ini dapat disadari juga oleh Giri.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar